Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Quaternary Science Reviews, kesempatan menemukan sebuah serpihan kuarsit di sekitar Sungai Gediz, Turki barat, itu memberikan wawasan baru tentang kapan dan bagaimana manusia purba tersebar dari Afrika dan Asia.
Para peneliti dari Royal Holloway, University of London, bersama-sama dengan tim internasional dari Inggris, Turki, dan Belanda menggunakan peralatan presisi tinggi untuk menentukan tanggal endapan dari sungai kuno itu untuk memberikan kerangka waktu yang akurat kapan manusia menduduki daerah itu.
"Penemuan ini sangat penting untuk menentukan waktu dan rute penyebaran manusia purba ke Eropa. Penelitian kami menunjukkan serpihan tersebut adalah artefak bertanggal paling awal dari Turki yang pernah tercatat dan dijatuhkan oleh hominin awal lebih dari satu juta tahun lalu," ujar Profesor Danielle Schreve dari Departemen Geografi di Royal Holloway, sebagaimana dikutip Sciencedaily, Selasa, 23 Desember 2014.
Para peneliti menggunakan penanggalan radioisotopic presisi tinggi dan pengukuran paleomagnetic dari aliran lava untuk membuktikan bahwa manusia purba yang ada di daerah itu sekitar 1,24 juta dan 1,17 juta tahun lalu. Sebelumnya, fosil hominin tertua di Turki barat ditemukan pada 2007 di Koçabas, tapi penanggalan alat batu dan temuan lain itu tidak pasti.
"Serpihan ini adalah temuan sangat menarik," kata Profesor Schreve. "Saya telah mempelajari sedimen, dan mata saya tertarik pada batu merah muda di permukaan. Ketika saya membaliknya untuk melihat lebih jelas, fitur artefak itu tampak jelas,” ujar Schreve.
"Dengan bekerja sama dengan ahli geologi dan penanggalan, kami telah mampu menentukan kronologi temuan ini dan memberi cahaya baru pada perilaku nenek moyangkita yg paling jauh
Ditulis Oleh : Silvia Angraini
Saat ini anda sedang membaca artikel yang berjudul di temukanya alat bantu berusia 1,2 juta tahun lalu ,, Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan berguna untuk anda. Kritik dan saran silahkan kirim melalui kotak komentar di bawah ini ....





0 komentar:
Posting Komentar