Di tengah persaingan hidup yang makin keras, orang-orang yang hidup di perkotaan terasa makin individualis. Mereka tidak terlalu peduli dengan keadaan sekitar dan hanya mementingkan keperluan pribadi masing-masing. Kesibukan mencari nafkah membuat mereka kurang peduli dengan sekitar, termasuk kepada fakir miskin, pengemis, atau gelandangan.
Sesuai sebutannya, orang-orang yang kita sebut pengemis tentu tak punya banyak uang alias miskin. Dari pakaian dan penampilan mereka yang serba lusuh, kumal, kotor, bau, compang-camping, kita bisa menilai orang itu sebagai pengemis. Mereka biasa meminta-minta uang kepada orang yang mereka temui sehari-hari di jalanan. Cara kerja mereka biasanya mangkal di emper-emper toko sambil menengadahkan tangan atau menghampiri mobil dan motor di lampu merah.
Mereka biasanya dipandang sebelah mata oleh kaum berpunya. Namun siapa sangka pengemis atau gelandangan juga ada yang berhati mulia.
Siapa saja dan bagaimana kisah mereka? Ikuti kisahnya berikut ini.
Sedekah tidak akan membuat Anda miskin. Kalimat itu sering didengungkan oleh ajaran agama manapun. Ini pengalaman seorang pengemis yang memberikan uang terakhirnya untuk mahasiswi agar dia bisa pulang aman menggunakan taksi. Gadis itu menceritakan kisahnya.
Malam itu Dominique Harrison Bentzen, mahasiswi Universitas Sentral Lancashire, distri Preston, Inggris hendak berjalan pulang. Jarak rumahnya cukup jauh namun dia sama sekali tidak memiliki uang seperak pun. Dia pun duduk dengan pandangan lesu.
Seorang tunawisma sejak tadi di dekatnya iba melihat Bentzen terlihat lemas. Dia pun bertanya apa masalah Bentzen dan berjanji membantunya. Gadis itu mengaku tidak memegang uang sepeser pun hingga tak bisa pulang.
Sang pengemis diidentifikasikan bernama Robbie mengulurkan uang Rp 50 ribu dan itu duit dia satu-satunya. "Dia memaksa saya mengambil duit itu dan dia ingin saya pulang dalam keadaan aman menggunakan taksi," ujar Bentzen.
Ternyata bukan hanya Bentzen yang ditolong oleh Robbie. Dia tersohor memang seorang welas asih meski hidup serba kekurangan dia berusaha membantu siapa pun yang membutuhkan. Dia selalu mengembalikan dompet beserta isinya jika jatuh dekatnya, menawarkan syal jika ada pejalan kaki kedinginan, serta membantu keuangan mereka yang kesusahan.
Bentzen akhirnya membuat gerakan mengumpulkan dana demi menolong Robbie asal Preston yang baik itu. Bentzen menargetkan dana terkumpul Rp 250 jutaan untuk membeli sebuah apartemen bagi Robbie. Dalam tiga hari dia sudah mendapatkan setengahnya. "Saya gembira bisa memberikan hal yang berarti buat dia sebab dia sangat baik
Ditulis Oleh : Silvia Angraini
Saat ini anda sedang membaca artikel yang berjudul ujian praktek,, Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan berguna untuk anda. Kritik dan saran silahkan kirim melalui kotak komentar di bawah ini ....





0 komentar:
Posting Komentar