Diet untuk melawan penyakit – Melanjutkan uraian tentang macam diet dan manfaatnya untuk Sahabat informasi kesehatan pada artikel terdahulu, maka berikut ini disampaikan 3 jenis diet lagi yang dapat dilakukan yakni :
3. Diet DASH
DASH merupakan kependekan dari Dietary
Approaches to Stop Hypertension, yang berati pendekatan diet untuk
menghentikan hipertensi. Diet dipromosikan oleh Heart Lung Nasional dan
Blood Institute sebagai cara untuk menurunkan tekanan darah. Sebagian
besar rencana makan agak intuitif itu menekankan pada makanan yang
seimbang kaya buah-buahan, sayuran, produk bebas lemak atau susu rendah
lemak, biji-bijian, ikan, unggas, biji-bijian dan kacang-kacangan. Hal
ini juga mengandung lebih sedikit sodium, gula, lemak dan daging merah.
Tidak ada resep khusus dalam penyajian
diet ini. Namun, asupan kalori harian dan jumlah porsi yang diijinkan
harus sesuai dengan usia dan tingkat aktivitas fisik seseorang.
Penurunan tekanan darah dapat terjadi
dengan cepat dengan menggunakan diet ini. Sebuah penelitian secara acak
yang telah dilakukan oleh peneliti dari Duke University pada tahun 2010
melibatkan 144 orang yang kelebihan berat badan. Peserta ini menjalani
diet dengan tanpa pengobatan. Dan hasilnya menunjukkan bahwa diet saja
dapat mengurangi tekanan darah sistolik (jumlah tekanan darah atas)
sebesar 11 poin dan tekanan darah diastolik sebesar 7 poin. Saat diet
DASH dipadu dengan olahraga, maka bisa mengurangi tekanan darah sistolik
sebesar 16 poin dan tekanan darah diastolik sebesar 10 poin. Penelitian
ini menunjukkan bahwa diet untuk melawan penyakit terbukti sangat efektif.
Selain menurunkan tekanan darah,
ternyata pengkombinasian diet DASH dengan olahraga dan penurunan berat
badan, dapat menawarkan perbaikan yang signifikan dalam sensitivitas
insulin bagi individu kelebihan berat badan dan obesitas. Selain itu,
studi lain dari peneliti di Johns Hopkins University pada tahun 2010
menyebut bahwa diet ini juga dapat memotong perkiraan risiko penyakit
jantung koroner 10-tahun yakni sebesar 18 persen untuk individu dengan
prehipertensi atau tahap-1 hipertensi.
4. Diet Bebas Gluten (Gluten Free Diet Plan)
Gluten adalah sejenis protein yang
ditemukan dalam biji-bijian seperti gandum, barley dan rye. Diet ini
membatasi atau menghilangkan gluten dan sering direkomendasikan untuk
pasien dengan penyakit celiac. Penyakit ini merespon dengan gluten yang
menjengkelkan pada sistem kekebalan tubuh serta merusak usus kecil.
Karena penyakit ini akan mencegah tubuh dalam menyerap nutrisi penting
seperti vitamin, kalsium, protein, karbohidrat dan lemak. Sampai saat
ini tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa diet bebas gluten
mempengaruhi kondisi kesehatan, selain penyakit celiac. Namun demikian
penelitian ini tetap menunjukkan bahwa diet untuk melawan penyakit terbukti efektif.
Sementara itu selain menghindari gandum,
barley dan rye, orang-orang yang mengikuti diet bebas gluten ini juga
harus menghilangkan banyak roti, pasta, sereal dan makanan olahan dari
menu hariannya. Sebuah laporan konsensus di tahun 2010 yang
dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics oleh para peneliti Harvard
Medical School menjelaskan bahwa sementara gangguan pencernaan dan
gejala yang berhubungan autis pada individu, hubungan antara autisme dan
gluten dalam makanan belum ditetapkan.
5. Diet Ketogenik
Diet ini tidak disarankan untuk semua
orang. Bahkan, diet bersifat sangat khusus dan hati-hati serta harus
seimbang. Karena diet ini dimaksudkan untuk orang-orang dengan epilepsi
(terutama anak-anak) yang kejang dan tidak menanggapi obat-obatan.
Diet ini mematuhi rasio yang sangat
spesifik antara 80 % lemak, 5% karbohidrat dan 15% protein. Rencana
makan pasie disesuaikan dan dapat mencakup krim kental, daging, telur,
tuna, udang, sayuran, mayones, sosis dan makanan tinggi lemak serta
rendah karbohidrat lainnya. Pasien harus tidak makan sayuran dan
buah-buahan yang mengandung zat tepung, roti, pasta atau sumber gula
sederhana (bahkan pasta gigi mungkin memiliki beberapa gula di
dalamnya). Menurut Mayo Clinic, efek samping yang mungkin timbul
termasuk sembelit, dehidrasi, kekurangan energi dan kelaparan.
Diet, meskipun tidak konvensional,
adalahefektif dalam mengendalikanepilepsi. Satu percobaanklinis yang
diterbitkandalamTheLancetpada tahun 2008menunjukkanbahwa anak-anakdengan
diet ketogenikmengurangi jumlahkejangyangdideritanya. Dan bahkan lebih
dari sepertiga penderita jumlahnya, dibandingkandengan anak-anak yang
tidakdiet.
Selain itu, 28 dari 54 anak-anak pada
yang melakukan diet mengalami kejang 50 % lebih sedikit, dan lima
anak-anak memiliki lebih dari 90 % mengalami pengurangan kejang setelah
menjalani diet selama tiga bulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa diet untuk melawan penyakit dapat dikatakan cukup efektif.
Diet yang dijelaskan diatas harus
dijalani dengan disiplin serta dilaksanakan dengan ketat, meski tidak
memberikan kenyamanan dan membawa efek samping. Itulah sebabnya kemudian
banyak diantarnya yang sulit untuk mematuhi diet-diet tersebut. Namun
yang jelas apabila kita bersungguh-sungguh melaksanakannya maka
efektivitas hasilnya akan didapat dari manfaat diet untuk melawan penyakit .Ditulis Oleh : Silvia Angraini
Saat ini anda sedang membaca artikel yang berjudul ujian praktek,, Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan berguna untuk anda. Kritik dan saran silahkan kirim melalui kotak komentar di bawah ini ....





0 komentar:
Posting Komentar