Cerita hidup Kakek Edi di jakarta selesai pada Selasa lalu. Dia ditangkap petugas suku dinas sosial saat menertibkan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).
Meski tak melawan, Edi sempat berusaha menyogok petugas agar dilepas. Tapi sayang, kelakuan buruk Edi sudah terendus.
"Dia itu sempat coba menyogok petugas saat akan diamankan," kata Kasie Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Sudin Sosial Jakarta Pusat, Wanson Sinaga.
Tak tanggung-tanggung, dia menyiapkan uang ratusan ribu agar tak diboyong ke panti bina di kawasan Cipayung. "Rp 250 ribu dia kasih," tambahnya.
Sogok petugas Rp 250 ribu agar tak ditangkap
Meski pengemis, kakek Edi rupanya tak mau menikmati
penghasilannya seorang diri. Dia sering membagikan ke tukang tambah ban,
gembel dan orang kurang mampu lainnya dengan uang yang dia dapat.
"Kalau Lebaran dia suka bagi-bagi duit ke gembel-gembel di situ, ke tukang tambal ban juga. Jadi ini kakek walaupun mengemis dermawan juga juga. Itu pengakuan orang-orang di lingkungan penangkapan," terang Wanson Sinaga.
Biasanya, sumbangan yang dia berikan nilai beragama. Nilai terbesar bisa mencapai Rp 100.000. "Katanya ada juga yang dapat seratus ribu," ucap Wanson.
Tak lupa pula, dia mengaku menyisikan uang untuk disumbangkan ke masjid. "Dia sering menyumbangkan uangnya ke masjid-masjid," tambahnya.
bukan tempat baru buat kakek Edi. Dia sudah beberapa tahun terakhir mengemis di Jakarta. Sehari-hari, dia tinggal di gerobak yang dia sulap seperti rumah. Dari dekat gerobaknya itulah dia meminta belas kasih.
Dia pun berhasil mengumpulkan pundi-pundi Rp 11 Juta. Rencananya uang itu akan dia pakai untuk membeli hewan qurban.
"Dia mau pakai uangnya untuk qurban," kata Kasie Pelayanan dan Rehabilitasi Sudinsos Jakpus, Wanson Sinaga.
"Kalau Lebaran dia suka bagi-bagi duit ke gembel-gembel di situ, ke tukang tambal ban juga. Jadi ini kakek walaupun mengemis dermawan juga juga. Itu pengakuan orang-orang di lingkungan penangkapan," terang Wanson Sinaga.
Biasanya, sumbangan yang dia berikan nilai beragama. Nilai terbesar bisa mencapai Rp 100.000. "Katanya ada juga yang dapat seratus ribu," ucap Wanson.
Tak lupa pula, dia mengaku menyisikan uang untuk disumbangkan ke masjid. "Dia sering menyumbangkan uangnya ke masjid-masjid," tambahnya.
bukan tempat baru buat kakek Edi. Dia sudah beberapa tahun terakhir mengemis di Jakarta. Sehari-hari, dia tinggal di gerobak yang dia sulap seperti rumah. Dari dekat gerobaknya itulah dia meminta belas kasih.
Dia pun berhasil mengumpulkan pundi-pundi Rp 11 Juta. Rencananya uang itu akan dia pakai untuk membeli hewan qurban.
"Dia mau pakai uangnya untuk qurban," kata Kasie Pelayanan dan Rehabilitasi Sudinsos Jakpus, Wanson Sinaga.
Ditulis Oleh : Silvia Angraini

0 komentar:
Posting Komentar