"Hasilnya memang mengejutkan," kata Arko Ghosh dari University of Zurich dan ETH Zurich di Swiss, seperti dikutip dari Sciencedaily, Rabu, 31 Desember 2014. Menurut Ghosh, eksperimen ini dapat memaksimalkan kinerja otak menggunakan ponsel pintar.
Eksperimen ini berawal ketika Ghosh menyadari bahwa obsesi penggunaan ponsel pintar cukup tinggi di masyarakat. Gencarnya penggunaan ponsel layar sentuh terlihat dari perilaku pengguna yang selalu menggunakan ponselnya di manapun berada. "Kami melacak jumlahnya menggunakan pendeteksi, ternyata penggunaan ponsel pintar tinggi sekali," kata dia.
Ghosh mengatakan, saraf saraf informasi banyak terdapat di ujung-ujung jari. Karena itu, jempol begitu penting dalam kinerja tubuh manusia. Ponsel pintar, kata dia, dapat membantu memahami otak manusia.
Dalam eksperimennya, Ghosh dan tim menggunakan electroencephalography (EEG) untuk merekam respons otak pengguna ponsel terhadap sentuhan ibu jari, telunjuk, dan jari tengah, dalam penggunaan ponsel pintar berlayar sentuh. Para peneliti pun mengungkap bahwa aktivitas listrik di otak meningkat saat menggunakan ponsel pintar. (Baca telepon pintar pengukur gempa Bahkan, Ghosh mengatakan, aktivitas korteks meningkat saat otak berhubungan dengan jari yang menggunakan telepon layar sentuh. "Ujung ibu jari jadi lebih sensitif," ujarnya. Selain itu, para peneliti mengungkap, bahwa gerakan berulang di atas permukaan layar sentuh meningkatkan proses sensorik di tangan.
Hanya, penggunaan ponsel pintar layar sentuh juga berbanding lurus dengan rasa sakit. "Penggunaan berlebihan juga dapat menyebabkan disfungsi motorik," kata Ghosh.
Ditulis Oleh : Silvia Angraini

0 komentar:
Posting Komentar