Menurut Kepala Sekolah Raunola Karundeng, sejak terbakar pada 2004 silam gedung permanen yang sempat ada tergantikan dengan gubuk sederhana yang jauh dari kesan lembaga pendidikan. Pemerintah Daerah seakan tutup mata dengan kondisi ini.
"Padahal saya telah memasukkan proposal pengajuan perbaikan namun sampai saat ini belum ada jawaban," jelas Karundeng kepada wartawan, Kamis (1/5).
Meski begitu, puluhan anak di SD Kecil ini mengaku senang dapat menimba pendidikan dan menerima kondisi sekolah yang terbilang sangat tidak memadai ini. Pelajaran demi pelajaran yang diberikan para guru diikuti dengan cermat dan penuh semangat.
"Saya senang bisa bersekolah di sini," ujar Yanti salah seorang siswi dengan polos. Ia mengaku tidak malu dan berharap suatu saat dapat melanjutkan ke tingkat lebih tinggi.
Total murid yang berjumlah 10 orang dari berbagai kelas digabung dalam satu ruangan lantaran bangunan sekolah terdiri dari satu ruang. Tenaga pendidik pun hanya berjumlah 5 orang dan beberapa di antaranya hanya berstatus honorer.
Ditulis Oleh : Silvia Angraini

0 komentar:
Posting Komentar