Menurut keterangan Brigpol Hardi, salah seorang anggota Polsek Panakkukang yang melakukan pengamanan, saat terjadi keributan mahasiswa melempar batu ke arah polisi yang memblokade jalan masuk ke halaman kantor Gubernur.
Sekitar 50 mahasiswa melempar batu dan melempar bom molotov ke arah pos Satpol PP yang terletak di sisi dalam gerbang. Beruntung Satpol PP segera memadamkan api, sehingga tak sampai membakar pos mereka.
"Ada sekitar 3 botol bersumbu yang dilempar mahasiswa ke arah pos Satpol PP, untung tidak meledak tapi sempat menyala," kata Hardi di Makassar, Kamis (2/5).
Polisi yang terdiri dari Brimobda Sulsel, Polrestabes Makassar, Polsek Panakkukang dibantu Polsek Manggala dan Satpol PP terlibat bentrok dengan mahasiswa. Mahasiswa kecewa karena tak berhasil menemui perwakilan dari pemerintah ataupun Gubernur Sulsel, sehingga mereka memaksa masuk.
Terjadi saling dorong antara aparat dan mahasiswa, sehingga polisi harus melepaskan tembakan gas air mata ketika massa melempar batu. Dua orang anggota polisi terluka pada bagian muka, sementara empat orang mahasiswa mengalami luka bocor pada bagian kepala.
Sebelumnya, seorang anggota Brimob terluka pada bagian mukanya karena lemparan batu. Polisi dan Brimob yang berpakaian lengkap mengejar para mahasiswa yang anarkistis. Seorang demonstran bernama Wawan dari Fakultas Hukum Universitas 45 diamankan. Namun, setelah berkoordinasi Wawan kemudian dilepaskan.
Ditulis Oleh : Silvia Angraini

0 komentar:
Posting Komentar