Meski dilahirkan dari keluarga kaya pada era kolonialisme Belanda, namun Ki Hadjar Dewantara berani menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda. Sebab, hanya anak-anak kelahiran Belanda atau orang kaya yang bisa mengenyam bangku pendidikan pada masa itu.
Gara-gara kritik itu, dia diasingkan ke Belanda. Pulang dari pengasingan, dia langsung mendirikan lembaga pendidikan bernama Taman Siswa. Sebagai penghormatan, Ki Hadjar Dewantara diangkat sebagai menteri pendidikan setelah kemerdekaan Indonesia.
Kini, dunia pendidikan justru tercoreng akibat perbuatan negatif yang dijalankan tenaga pendidiknya. Tidak sedikit kasus kekerasan yang terjadi antara siswa, maupun guru dan siswanya.
Lembaga pendidikan atau sekolah yang seharusnya menjadi tempat yang aman malah menjadi neraka bagi penghuninya. Tak hanya itu, sejumlah siswa juga terpaksa menjalani belajar dengan kondisi yang memprihatinkan.
Ditulis Oleh : Silvia Angraini

0 komentar:
Posting Komentar